Rabu, 14 Agustus 2013

Cinta

Hanya butuh 3 detik untuk mengatakan "aku cinta padamu"
Butuh 3 jam untuk menjelaskan itu . . .
Tapi butuh 30 tahun untuk membuktikannya . . . 

Saat ini, 
Hatiku menari di ujung gelisah
Ketakutanku membuncah
Dan, aku seperti terjebak 
Kembali pada kutub keindahan . . .

Seperti yang pernah kukatakan,
Aku hanya punya satu hati, itu hanya untukmu 
Aku hanya punya satu cinta, dan itu hanya untukmu 
Aku hanya punya satu kehidupan, dan itupun hanya untukmu
Walau waktu terus berputar, namun itu tak kan mampu menghapusnya
Hingga takdir sekalipun, tidak akan bisa merubahnya 
Karena setiap harapan yang kurasa, telah kuukir di atas langit dan kutanam ke dalam bumi
Agar kau tau, bahwa cinta ini abadi selamanya . . .


Bahkan saat kita tak lagi bersatu
Kau masih menjelma dalam setiap malamku
Menghias mimpi dengan pesona bintangmu
Menghangatkan rindu dengan senyum manismu 
Membawa rinai dalam tatapan matamu
Tanpa suara, dan hanya memandang, lalu menghilang . . .

 

Minggu, 30 Juni 2013

Samin



Pernahkan anda mendengar istilah Samin? Mungkin sepintas yang terbayang adalah orang dengan tipikal bandel, tidak mau diatur, dan suka-suka sendiri dalam menjalankan kehidupannya. Tapi eit jangan salah, dibalik berbagai stigma negatif tentang mereka juga memiliki prinsip-prinsip mendasar yang patut ditiru. Misalnya soal idealisme dan kedisiplinan, wah dalam hal ini mereka tidak perlu diragukan. Contoh, ketika mereka membuat janji seperti besok akan bertemu seseorang di suatu tempat. Maka komitmennya harus jelas besok itu tepatnya jam berapa dan dimana. Dan pada waktu yang dijanjikan sudah dapat dipastikan bahwa si Samin pasti akan datang, dengan cara apapun. Sebaliknya kalau pada waktu yang dijanjikan seseorang itu tidak datang, maka si Samin pasti akan pergi meninggalkan tempat tersebut.

Sabtu, 15 Juni 2013

Demokrasi Di Bumi Pertiwi



Sebagai Sistem Pemerintahan Terbaik?
Banyak kalangan berpendapat bahwa demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang terbaik untuk saat ini? Haaa.... pernyataan ini justru membuat bn anyak orang mempertanyakan. Mengapa, karena dibalik janji-janji keadilan dan kesejahteraan yang akan diwujudkan ternyata kebanyakan hanya OMDO alias tong kosong nyaring bunyinya. 
Ada Apa?
Ada yang terputus dalam pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Secara teori, demokrasi menjamin kedaulatan benar-benar di tangan rakyat. Kekuasaan ditentukan oleh rakyat, melalui proses pemilihan baik secara musyawarah maupun suara terbanyak. Tetapi apa yang telah terjadi?. Rakyat hanya menjadi batu loncatan, dan ketika sudah bertengger di sana mereka jadi lupa. Alih-alih memikirkan rakyat, yang ada di kepala mereka hanyalah money dan money, entah dari kolusi, korupsi dan nepotisme. Paling mereka akan kembali mengingat rakyat ketika menjelang pemilihan kembali. Masalah SDM pemilih ternyata mayoritas perwakilan tidak amanah. Alhasil, sistem demokrasi kita baru bisa mewujudkan perubahan pada level elit politik saja. Sementara sebagian rakyat masih terbelenggu dalam kemiskinan dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasarnya.
Perlu Berapa Lama?
Kalau kondisinya tetap seperti ini tentunya Indonesia membutuhkan proses panjang. Perlu merangkak membangun SDM-nya dulu, baru berharap sistem demokrasi berjalan dengan baik. Atau apakah sebenarnya persoalan demokrasi merupakan problem mendasar bangsa yang tidak akan pernah tuntas sampai akhir zaman?” Saya rasa tidak, apalagi kalau meyakini salah satu fitrah manusia adalah kewajiban untuk belajar. Kita semua wajib belajar - tanpa batasanka  waktu. Terlebih di zaman modern seperti ini, suka atau tidak sepasang kakek nenek pun mesti mengupgrade kamampuannya seperti untuk ber-gadget ria. Mengapa? ya karena itu kebutuhan sebagai pengobat rindu pada anak cucu di rantau. Nah, kapan demokrasi benar-benar menjadi kebutuhan bumi pertiwi?
Apa Yang Perlu Dipelajari?
Jawabnya sederhana, pertama; rakyat harus belajar memilih perwakilannya dengan cerdas dan rasional, bukan secara emosional belaka. Kedua; para pemimpin harus belajar menjalankan amanah, menggunakan kecerdasannya untuk membangun bangsa, mensejahterakan rakyat sebagai “Tangan Tuhan” yang telah memilih mereka menjadi pemimpin, dan bukan mengejar kepuasan pribadi dengan menghambur2kan uang negara.
Rakyat juga harus pandai menentukan pilihan. Misalnya terdapat 3 kriteria calon pemimpin, dan jika kesepakatan prioritasnya (A). Pinter, (B). Amanah, dan (C). Tampan, maka setidaknya ada 4 kombinasi dan 3 alternatif urutan prioritas yang perlu dipertimbangkan :
Kombinasi (A+B+C) = Pintar, Amanah, Tampan (Prioritas 1)
Kombinasi (A+B) = Pintar, Amanah, Tidak Tampan (Prioritas 2)
Kombinasi (A+C) = Pintar, Tidak Amanah, Tampan (Prioritas 3)
Kombinasi (B+C) = Tidak Pintar, Amanah, Tampan (Prioritas 4)
Alternatif (A) = Pintar, Tidak Amanah, Tidak Tampan (Prioritas 5)
Alternatif (B) = Tidak Pintar, Amanah, Tidak Tampan (Prioritas 6)
Alternatif (C) = Tidak Pinter, Tidak Amanah, Tampan (Prioritas 7)
Alternatif (D) = ..... Tidak Usah Saja ???  

Senin, 15 April 2013

Arti Sebuah Nama

Nama merupakan identitas terpenting bagi setiap insan manusia di planet bumi ini. Secara fungsinya adalah paling vital jika dibandingkan dengan identitas lain yang melekat pada diri seseorang. Selain untuk sapaan atau panggilan sehari-hari, nama sekaligus menjadi simbol/ identitas dalam kehidupan sosial masyarakat. Dapat dikatakan semua orang pasti memiliki nama, bahkan orang gila sekali pun tentu punya nama pemberian kedua orang tuanya.

Begitu pula ketika dihadapkan pada moment untuk memberikan nama bagi kedua buah hati. Sudah barang tentu saya tidak boleh sembarangan dalam menentukan pilihan. Nama ideal yang saya harapkan bukanlah sekedar perlambang atau panggilan, melainkan nama yang mempunyai makna baik dan akan memberikan energi positif dalam kehidupan mereka kelak.

Si sulung yang hari-harinya dipanggil Tommy, dia saya berikan nama "Eilham Hutomo Santoso". Artinya adalah "ilham yang pertama" bagi saya. Nama tersebut sekaligus saya munajatkan sebagai ungkapan syukur yang tiada terhenti kepada TYME. Saya juga berharap dia kelak menjadi inspirator munculnya ilham-ilham berikutnya.

Kemudian si ragil yang panggilan kesayangannya adalah "Ayeng", saya melekatkan nama padanya "Farell Kurniawan Santoso". Nama ini saya dapatkan dari istilah/kata yang diyakini oleh masyarakat Irlandia sebagai "pejuang yang tangguh". Harapan saya, kelak si jagoan ini memiliki sifat kejuangan yang kuat, pantang menyerah, namun tetap baik hati.

Happy next time . . . . . 

Jumat, 19 Oktober 2012

Senandung Do'a

Ya Allah, Tuhan Sekalian Alam, . . .  
Ampunilah dosa kami, dan dosa ibu bapak kami
Kasihilah keduanya, sebagaimana mereka telah mengasihi kami semenjak kecil

Ya Allah, Tuhan Sekalian Alam, . . .  
Lapangkanlah jalan hidup kami dunia dan akherat
Bukalah pintu rizki kami, dekatkan jika masih jauh, turunkanlah jika di langit, keluarkan jika masih dalam perut bumi, dan mudahkanlah jika sulit.

Ya Allah, Tuhan Sekalian Alam, . . .  

Tunjukkanlah bagi kami yang benar itu benar dan yang salah itu salah
Kemudian tetapkanlah hati kami untuk menegakkannya

Ya Allah, Tuhan Sekalian Alam, . . .  
Tuntunlah putra putri kami di jalanMu, dan jalan bagi orang-orang yang Engkau ridhoi Terangi kehidupannya kelak dan jadikanlah mereka anak-anak yang berguna

Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa dan Maha Segala2nya
Amin3x Ya Rabbal Alamin

Sabtu, 13 Oktober 2012

Bidadari Kecil

Sejak kecil saya memang suka main bola, tepatnya hobby banget. Waktu itu, hampir tiada hari yang terlewatkan tanpa bermain bola. Mungkin faktor genetik juga ya, karena setahu saya bokap juga dulu suka maen bola.
Meskipun tidak hebat-hebat amat, tapi sejak SD saya sering ikut dalam kompetisi. Agustusan merupakan event yang paling seru, karena  kami selalu bertanding disitu.  Banyak kemenangan sudah kami dapatkan, namun semua lenyap tak berbekas. Hanya satu yang cukup hangat dalam ingatan, waktu itu sering terlihat "bidadari kecil" yang menyemangatiku. Terus bersorak, bahkan terkadang melompat dan berlari . . .
Terasa begitu indah semua itu . . .
I miss u honey . . . 

Rabu, 10 Oktober 2012

Special Women in My Life

Waktu itu dia memang sangat dekat
Bahkan kata teman-temanku, "terlalu dekat untuk disebut sahabat"
Tapi aku rasa semua telah terjaga dengan sempurna
Karena sesungguhnya dia tipe perempuan terhormat
Sehingga tak terbersit sedikitpun, apalagi keberanian walau sekedar tuk menciumnya . . .
Thanks Good