Sedari dulu dinda memang telah bertabur cinta. Banyak yang singgah dalam
kehidupanmu, dan aku hanyalah seorang yang beruntung pernah mendapat tempat - meskipun entah seberapa di relung hati dinda. Beberapa kali aku pun melihat dinda berjalan dengan yang
lain, tapi selalu aku menekan ego - hanya tuk menerima
kenyataan. Perjalanan memang telah mengikis asa, dan itu berpuncak pada kenyataan yang hampir menenggelamkan semua mimpi, menghancurkan perasaan yang selalu kupupuk
semenjak mengenal rasa itu tuk pertama kali denganmu. Terasa pahit dan sembilu, namun aku tegar diantara hati yang tak pernah sanggup berbohong. Bahwa cinta memang selalu mudah untuk memaafkan, apapun yang terjadi. Aku hanya merasa belum saatnya, dan belum mendapatkan moment yang terbaik. Dorongan itu begitu kuat, semangat tuk menerangkan dengan sejelas-jelasnya.... tentang apa yang sesungguhnya. Seiring rasa yang bergelayut...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar