Jum'at 5 Juli 2012, bersama 2 rekan kerja saya meluncur ke Kawasan Sesaot Kecamatan Narmada Lombok Barat. Tujuannya untuk mengkoordinasikan rencana kegiatan Lokalatih Penyusunan Perdes Tentang Sumberdaya Alam yang
akan diselenggarakan bersama pemerintahan 4 desa (Sedau, Lebah Sempage, Pakuan
dan Buwun Sejati). Sebenarnya dibalik tujuan tersebut juga ada dorongan kuat untuk bertemu teman-teman di sana, sekaligus
untuk mengetahui perkembangan situasinya. Karena itu bagi saya misi itu ibarat "sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui", jadi asyik
sekali bukan…?.
Secara administratif
ke-4 desa tersebut masih tergolong muda, bahkan dua desa terakhir baru
mengalami satu periode kepemimpinan Kepala Desa. Kalau dihitung-hitung kilas
balik usia perjalanan “Mitra Samya” pun hampir sama. Hanya memang tidak serta
merta mudah menarik benang merah antar keduanya. Apalagi sejak 10 tahun terakhir kami
"Pelaksana Mitra Samya" sudah jarang berinteraksi secara program dengan masyarakat maupun kelompok di Kawasan Sesaot, tidak seperti saat menjadi
pelaksana program LP3ES NTB (1990-2000).
Tetapi yang menarik
ternyata umumnya bisa mengerti dan memahami kondisi ini sebagai konsekwensi dari
pilihan. Tidak ada yang perlu disesali, karena yang terpenting masing-masing sanggup menatap kedepan dengan rencana program yang berkualitas dan kegiatan yang lebih efektif. Setidaknya kebersamaan yang pernah dialami sudah lebih dari cukup untuk
memelihara ikatan rasa yang kuat serta kepercayaan mendalam antar satu sama lain.
Walaupun belum ada kata yang pas untuk membingkai pola hubungan yang terjalin, masing-masing terus menjaga
dan saling menghormati. Hanya satu keyakinan bahwa semua ini tidak terjadi begitu saja,
melainkan karena adanya kesamaan cara pandang dan respect atas dinamika di tingkat
kawasan. Sementara mungkin pola inilah yang terbaik, kendati hanya kami yang bisa memaknai dan menjalaninya dengan sepenuh hati.
Dalam catatan saya, KMPH
telah mewadahi pengembangan masyarakat sekitar hutan di Kawasan Sesaot tidak kurang dari 17 tahun lamanya. Sebagai organisasi masyarakat sipil (OMS)
setempat, sejak awal dibentuk KMPH sudah berkomitmen untuk mendukung visi
“Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera”. Dalam hal ini konsep yang dikembangkan
relatif sederhana, yaitu bagaimana menciptakan harmoni antara pengembangan ekonomi
masyarakat dan upaya-upaya pelestarian sumberdaya alam khususnya hutan dan air.
Nah, napak tilas dari
jejak-jejak pengembangan pengelolaan hutan bersama masyarakat yang difasilitasi
KMPH Sesaot, serta hubungannya dengan strategi pengembangan wilayah,
maka setidaknya terlihat beberapa kondisi yang menunjukkan perkembangan sangat
pesat, diantaranya :
·
Pertumbuhan
ekonomi masyarakat
·
Para
Kader menjadi pemimpin desa
·
Interaksi
harmonis antara masyarakat dan para pemimpin antar desa
·
Komitmen dan jaringan
para pihak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar