Senin, 30 Juli 2012

Munajat Pagi

Bercengkrama diantara kombinasi D, G & A
Teralun varian nada yang indah
Tak kalah syahdu dari orchestra sang kampiun 
Singgah di beberapa titik imajiner "tanpa harus lari terlalu jauh"
Semakin bersensasi walau tak bersyair 
Irama itu laksana hati yang tercurah 
Mengalir bebas dan merdeka 
Mengiringi angan yang menerawang
Diantara ketakjuban pada riangnya maha pagi
Ada apa di sana...??? sebuah tanya yang termunajatkan padaNYA
Yang terjawab... walau dengan isyarat yang membisu

Jumat, 27 Juli 2012

Pada Waktu Yang Tak Bersahabat

Sebaiknya kau simpan perhiasan itu, karena mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk menggunakannya
Biarlah waktu yang menjawab, diantara doa-doa yang termunajatkan kepadaNYA 
Tepislah kerinduan yang membayangi itu, terima sebagai pondasi yang mempertebal ikhlasmu walaupun perih
Jangan pernah tergoda hanya oleh bisikan-bisikan, yang mungkin menari diantara mata dan telinga
Tetaplah yakin pada intuisi, hati dan sanubarimu

Selasa, 17 Juli 2012

Gili Lampu

Gili Lampu adalah nama sebuah destinasi wisata pantai cukup populer yang berada di Sambelia, salah satu kecamatan di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat Indonesia. Berdasarkan susunan katanya Gili Lampu berasal dari kata "Gili" yang berarti Pulau dan "Lampu" yang bisa berarti Penerang. Bisa jadi selama ini banyak orang membayangkan Gili Lampu itu seperti pulau yang dipenuhi dengan lampu-lampu. Tetapi sesungguhnya tidaklah demikian. "Gili Lampu" sebenarnya merupakan pulau kecil dimana terdapat mercusuar tanda penerang atau rambu-rambu lalu lintas laut dan hilir mudik pelayaran di sekitarnya. Menurut keterangan tokoh masyarakat di Sambelia, mercusuar itu sudah ada sejak zaman penjajahan Jepang, dan kondisinya hingga kini masih berfungsi. Pada malam hari kerlip pijar dari mercusuar tidak hanya terlihat dari sekitar wilayah pesisir, tetapi juga tampak dari Depan Kantor Kecamatan Sambelia (kalau penasaran silahkan dibuktikan langsung). Namun ada hubungan apa antara posisi Kantor Kecamatan dengan mercusuar tersebut, saya tidak bisa menafsirkannya terlalu jauh.

Posisi dan Perbatasan
Secara administratif Gili atau Pulau Lampu saat ini termasuk dalam wilayah Desa Labuan Pandan Kecamatan Sambelia Lombok Timur, posisinya sekitar 2 Km di sebelah timur Dusun Transad. Secara komposisi pulau ini lebih tepat disebut sebagai gugusan karang, karena jenis vegetasi yang dominan tumbuh di atasnya juga hanya pohon bakau. Di sebelah timur Pulau Lampu berbatasan dengan Selat Alas, kemudian di utaranya terdapat Gili Petagan yang berukuran sedikit lebih besar, dan di sebelah selatan ada beberapa gugusan pulau kecil yang masyarakat setempat menamainya Gili Lebur. Kuat dugaan sebelumnya pulau-pulau ini merupakan satu kesatuan. Namun akibat arus pasang dan naiknya permukaan air laut, menyebabkan gugusan pulau karang ini seolah terpisah satu sama lainnya.

Perkembangan Fungsi
Sekitar tahun 1970-an, Pulau Lampu hanyalah tempat peristirahatan para nelayan yang kebetulan sedang mencari ikan di perairan sekitarnya. Pada waktu itu penggunanya kebanyakan adalah nelayan setempat, yaitu dari Labuan Pandan, sebagian kecil dari Dusun Tibu Borok dan sekitarnya, serta nelayan luar seperti dari Labuan Lombok, Tanjung Teros, Labuan Haji, atau Pulau Sumbawa. Demikian pula dengan pantainya, komunitas nelayan atau warga setempat lebih banyak memanfaatkannya untuk pelabuhan perahu dan sampan atau sekedar untuk mencari nener (bibit bandeng).
Tetapi memasuki pertengahan tahun 1980-an, pemanfaatan obyek Pulau Lampu mengalami perkembangan proyeksi. Tidak hanya sebatas aktivitas nelayan dan budidaya perikanan, tetapi lebih didorong kearah kepariwisataan. Masyarakat sekitar terutama dari Dusun Transad yang pada dasarnya tidak berlatar belakang nelayan mulai tertarik melakukan pengembangan, antara lain dengan membersihkan dan menata pantai sehingga nyaman untuk rekreasi. Beberapa fasilitas meskipun alakadar (minimalis) mulai disediakan, seperti tempat pedagang makanan dan minuman ringan, membuat sumur pembilasan, tempat ganti pakaian, dan toilet umum.
Kemudian pada tahun 1990-an, selain menyediakan penginapan seperti bungalow-bungalow, kelompok pengelola setempat yang dimotori Mas Yanto dkk terus melakukan pembenahan, misalnya dengan menyediakan paket penyeberangan ke Gili atau perjalanan antar lokasi wisata pantai di Pulau Lombok. Pada waktu itu kerjasama sudah dilakukan dengan agen tour and travel ternama, seperti "Perama".

Wisatawan Pengunjung
Pada awalnya wisatawan yang berkunjung hanya sebatas masyarakat setempat, seperti dari beberapa dusun tetangga se-Desa Sambelia atau dari desa-desa lain se-Kecamatan Sambelia. Inipun hanya diwaktu-waktu tertentu, misalnya piknik saat kenaikan kelas Sekolah Dasar, perayaan Idul Fitri, Idul Adha, atau liburan tahun baru. Tetapi lambat laun, pengunjung dari luar juga mulai berbondong-bondong, seperti dari Kecamatan Pringgabaya, Aikmel, Masbagik, Selong, dll. Bahkan seiring waktu dan gencarnya promosi yang dilakukan tokoh pemuda bersama pemerintah setempat dan swasta, alhasil jumlah kunjungan wisata ke Pulau Lampu meningkat dengan sangat pesat.

Daya Tarik Kepariwisataan
Saat ini obyek wisata Pulau Lampu sudah lebih dari cukup terkenal, khususnya sebagai salah satu destinasi wisata pantai yang ada di Pulau Lombok. Dalam promosi paket tour wisata yang disebutkan adalah "Pulau Lampu", tetapi sepertinya yang lebih dominan wisata pantai. Selain bisa mandi dan berenang dengan aman di pantai, ketertarikan wisatawan lokal kebanyakan berkunjung kesana mungkin karena sensasi nama "Pulau Lampu". Sedangkan bagi wisatawan luar atau mancanegara, yang menjadi magnet bukanlah sekedar nama itu, melainkan karena disana mereka bisa menikmati "sunrise". Secara analogi, kalau pariwisata di Bali punya Sanur dan Kuta untuk melihat sunrise dan sunset, maka pariwisata Lombok memiliki Pulau Lampu dan Senggigi untuk menikmati sunrise dan sunset. Kira-kira begitulah ilustrasinya walaupun pada kenyataan kondisi sangat jauh dari kata seimbang, khususnya untuk fasilitas pendukung.
Tetapi bagaimanapun, inisiatif dan keberhasilan yang dicapai Masyarakat Sambelia terutama para pemuda di Dusun Transad ini patut mendapatkan apresiasi. Sebuah karya anak bangsa, yang sudah sepantasnya para pihak mendukung untuk pengembangan wisata daerah NTB, serta peningkatan manfaat yang seluasnya bagi masyarakat sekitar. Jika ingin lebih sukses, maka masih banyak yang perlu dilakukan bersama, misalnya bagaimana mengemas budaya dan produk lokal yang ada menjadi paket wisata guna meningkatkan pesona dan daya tarik kepariwisataan. Sudah barang tentu, semua itu harus dimulai dari sekarang hingga masa-masa selanjutnya (WG).

Sambelia, Lombok Timur

Sambelia adalah sebuah desa yang berada di Bagian Timur Laut Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat Indonesia. Sejak zaman sebelum kemerdekaan desa ini sudah menjadi kampung induk atau perkampungan yang tertua diantara kampung-kampung yang ada di sekitarnya. Barangkali karena latar belakang itu pula, maka kecamatannya pun memakai nama Kecamatan Sambelia.

Nenek Moyang
Untuk menemukenali nenek moyang atau siapa penduduk asli Desa Sambelia sepertinya agak sulit. Kalaupun hendak ditelusuri lebih jauh, kemungkinan yang didapat adalah mereka yang juga termasuk pendatang dari wilayah sekitar atau luar daerah. Ambil contoh, warga Dusun Gubuk Daya dan Gubuk Lauk yang berada di pusat desa atau warga Dusun Dasan Bagik, cikal bakal mereka kebanyakan adalah dari Pringgabaya dan Apitaik, dan sebagian kecil berasal dari Mamben, Aikmel, Masbagik dan sekitarnya, termasuk dari Bayan Lombok Utara juga ada. Kemudian warga Dusun Senanggalih, kebanyakan adalah dari wilayah Sakra, dan sebagian kecil dari sekitar Lombok Tengah. Sedangkan warga Dusun Labuan Pandan, selain dihuni pendatang dari wilayah sekitar, juga diketahui ada kelompok masyarakat Bugis Makasar yang tinggal lebih awal, dan kebanyakan berprofesi nelayan.

Kedatangan Penduduk
Di era 1960-1970an, komposisi dan jumlah pendatang baru di Sambelia terus bertambah. Diketahui ada komplek Transmigrasi Angkatan Darat (Transad) yang dibangun dekat perbatasan atau pintu masuk wilayah kecamatan di bagian selatan. Kemudian dengan kebijakan pemerintah melalui program pendistribusian tenaga pegawai seperti guru sekolah dasar, polisi, pertanian, kehutanan, perkebunan, perpajakan, dsb. Pada awal tahun 1980-an dengan dibangunnya Sekolah Lanjutan Pertama, rombongan guru-guru SLTP juga mulai berdatangan. Pada umumnya mereka tinggal dan menjadi penduduk tetap di Sambelia. Selain itu, berkembangnya dunia bisnis transportasi dan perdagangan juga turut andil mewarnai pertumbuhan penduduk di desa ini. Perkembangan pasar misalnya, terbukti telah memikat para pendatang seperti dari Apitaik, Masbagik dan sekitarnya untuk berdagang dan mengadu nasib di Sambelia. Pola yang sama juga sebenaranya terjadi di desa-desa sekitar, seperti Obel-Obel dan Belanting yang warganya kebanyakan dari Bayan, Apitaik, Mamben, Pringgasela dan sekitarnya. Relatif mudah untuk mengetahui dari mana warga itu berasal, yaitu dari dialek bahasa yang mereka gunakan sehari-hari (WG).

Pembentukan Forum Pelajar dan Mahasiswa Sambelia


Mataram, 18 Juli 2012. 
Sesungguhnya saya sangat tertarik dengan ide pembentukan "Forum Siswa Pelajar dan Mahasiswa Asal Sambelia". Ini adalah impian lama, namun saya belum mendapat kekuatan yang cukup untuk mewujudkannya. Selama ini saya selalu mengelola dengan beradaptasi dan meyakini bahwa forum itu sebenarnya sudah ada. Hanya mungkin karena sifatnya yang cair, maka secara struktur tidak selalu terlihat oleh setiap tingkatan generasi atau kebanyakan orang. 
Saya bangga dan mulai terjawab ketika teman-teman ada yang mulai mencetuskan ide/ gagasan ini. Semoga berhasil. Karenanya saya terus berupaya mamantau proses-proses yang dibangun, termasuk mengikuti perkembangan informasinya, meskipun tidak secara langsung. Setidaknya saya punya alasan kuat untuk itu, sekaligus harapan tentunya pada forum, kendati kedua hal tersebut tidak perlu saya utarakan di sini. Dan bagaimanapun kondisi forum saat ini, apakah masih sebatas wacana atau sudah mengkristal, saya tetap mendukung agar dimasa datang yang penuh tantangan apa yang menjadi mimpi bersama itu benar-benar bisa memiliki eksistensi. Sehingga besar harapan pula untuk dapat berkontribusi sesuai kapasitas yang saya miliki.
Satu hal yang saya pikirkan tentang forum yaitu ketika masih dalam bentuk konsep, angan-angan atau wacana, sejatinya forum itu belum terlahir atau dapat dikatakan tidak ada. Diantara kita mungkin tidak sedikit yang mempunyai impian, harapan atau angan-angan. Tetapi selama belum ada aksi mewujudkannya, maka tidak akan pernah ada hasil yang bisa dicapai. Forum itu dapat dikatakan ada jika mulai terlihat adanya peran dan fungsi yang bisa dimainkan di sana. Forum akan memiliki eksistensi yang efektif apabila mampu menunjukkan akselerasi positif antara dua hal, yaitu; "daya ikat" dan "daya padu". Selanjutnya, berdasarkan pengetahuan dan pengalaman di organisasi saya ingin mengajak teman-teman yang tergabung dalam forum ini untuk mereview kedua istilah dalam tanda kutip tersebut, sekaligus berharap ulasan disini membantu untuk memahami bagaimana kombinasi yang baik diantara keduanya.
Sebuah forum akan tumbuh dari pengalaman bersama seluruh anggotanya sebagai entitas kelompok yang saling berinteraksi satu sama lain dalam waktu cukup lama. Untuk mereview keberhasilan sebuah forum dapat dilakukan secara sederhana, karena kecenderungannya bisa dilihat dari 2 aspek, yaitu; sejauh mana "daya ikat" dan "daya padu" yang terjadi di dalamnya.
Daya ikat; ada 2 kemungkinan dalam hal ini yaitu daya ikat rendah dan daya ikat tinggi. Daya Ikat rendah; artinya setiap anggota kurang/ tidak merasa menjadi bagian forum atau merasa tidak diperlukan dalam forum. Sedangkan daya ikat tinggi; artinya setiap anggota merasa senang menjadi bagian forum dan benar-benar sadar akan hal tersebut.
Daya Padu; forum adalah wujud penyatuan tujuan pribadi setiap anggotanya yang khas menjadi tujuan forum secara menyeluruh. Daya padu rendah; artinya setiap anggota merasa tidak memiliki ikatan dengan tujuan forum, dan tidak mutlak harus mendukung, atau boleh melakukan hal yang sama sekali tak berhubungan dengan tujuan forum. Daya padu tinggi; artinya setiap anggota merasa terikat dan berkewajiban menunjang keberhasilan pencapaian tujuan forum.
Ada beberapa kemungkinan kombinasi Daya Ikat dan Daya Padu, sebagai berikut:
Daya Ikat Rendah + Daya Padu Rendah; ini menggambarkan kondisi anggota forum tidak merasa terikat sebagai satu kesatuan dengan yang lain, disamping tidak memiliki keterikatan mutlak pada tujuan forum. Ini merupakan kondisi yang paling parah dalam suatu forum, sehingga forum tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengerahkan anggota dalam mencapai tujuan. 
Daya Ikat Rendah + Daya Padu Tinggi; ini menggambarkan kondisi anggota forum tidak merasa perlu bekerja bersama setiap saat, meskipun masing-masing menyadari selama ini pola kerja mereka untuk menunjang pencapaian tujuan dilakukan sendiri-sendiri. Ketika forum tidak memerlukan adanya kesetiakawanan diantara anggota, maka persoalan bisa muncul.
Daya Ikat Tinggi + Daya Padu Tinggi; meskipun pada kenyataan sulit atau langka terjadi, tetapi ini merupakan kondisi paling ideal bagi suatu forum. Pada tataran ini anggota forum merasa memiliki kebersamaan yang kuat dan sadar bahwa suasana kekompakan itu adalah dalam rangka menunjang keberhasilan pencapaian tujuan.
Daya Ikat Tinggi + Daya Padu Rendah; menunjukkan tingkat perkembangan yang sudah gawat atau berbahaya bagi forum. Secara organisasi, rasa kebersamaan antara anggota tanpa disertai kesadaran yang cukup terhadap pentingnya pencapaian tujuan, maka itu justru akan berbalik merugikan forum itu sendiri. Menghadapi persoalan seperti ini maka hanya ada 2 pilihan, yaitu ; forum disadarkan kembali atau forum dibubarkan saja. 
Selanjutnya menurut John C Macwell, ada beberapa prinsip forum yang solid, antara lain:
·         Sadar akan misi
·         Berkomitmen
·         Mampu beradaptasi
·         Mampu berkolaborasi
·         Mampu berkomunikasi
·         Kompeten
·         Dapat diandalkan
·         Berdisiplin
·         Memperbesar
Apa yang perlu dilakukan forum:
·         Menggali kekuatan dan kelemahan forum (internal)
·         Menggali peluang dan ancaman forum (ekternal)
·         Analisis stake holder
·         Analisis strategi, dan
·         Merumuskan rencana tindakan 
...................................................................................................................................................... (WG).

Kamis, 12 Juli 2012

Kekuatan Cinta

Walau hanya sebentar, kehadiranmu begitu berarti bagiku....
Ini Tentang :
Cinta yang mendorong rasa syukur, walau hanya dengan hal-hal kecil...

Jejak Yang Bergores

Muncullah, aku pasti akan Memanggilmu...
Datanglah, aku pasti akan Menemanimu...
Tenanglah, aku pasti akan Menjagamu...
Ketahuilah...
Jejakmu masih ada..., disini..., di dalam Hatiku...
Hanya aku belum tau..., bagaimana cara menemukanmu..., tuk sekedar berbagi cerita..., dan kalau boleh..., menghapus Luka itu...